Sabtu, 11 Februari 2012

Curahan Hati Syamsir Alam

"Kepada yang terhormat bapak-bapak PSSI. Ini mungkin curhatan atau isi hati kami sebagai anak bangsa.Kami baru saja ingin memetik atau mewujudkan mimpi kami. Sepakbola adalah mata pencaharian kami untuk menghidupkan keluarga kami,dan untuk mewujudkan mimpi kami bermain di Piala Dunia. Kami berlatih bersimbah keringat dan bahkan terkadang bertumpah darahpun kami alami. Tetapi sekarang kenapa ada orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya masing-masing sehingga merusak mimpi jutaan anak Indonesia. Apakah kami pantas mendapatkan itu? Apakah ada orang yang pantas merenggut mimpi kami? Mungkin sebagai seorang remaja muda,saya tidak mengetahui banyak hal,tetapi kenapa bapak-bapak harus berdebat sampai bercekcok mulut ketika ada kongres yang bisa menjadi sarana bagi kita bekerja sama dan bergotong royong untuk membangun sepakbola? Padahal,kebangkitan sepakbola kita baru saja hendak dimulai. Tolong,jangan ambil mimpi kami, bapak-bapak yang saya hormati. Lihatlah kearah kami sedikit,bayangkan jika bapak-bapak berada diposisi kami. Bayangkan betapa getirnya perasaan anak remaja yang baru saja meraih mimpi,tetapi kemudian direbut oleh orang-orang yang haus kedudukan. Kami tidak pantas mendapatkannya. Sebagian dari kami akan hidup dari sepakbola,dan jika terus begini apa yang dapat kami lakukan kelak. Barangkali bapak-bapak tidak menghiraukannya, tetapi tolonglah berpikir dengan hati nurani yang jernih. Kami sudah mengorbankan banyak hal untuk mencapai mimpi. Kami tinggalkan sekolah kami,keluarga kami, melewatkan masa-masa muda kami untuk meraih mimpi dan mengabdi kepada bangsa dan tanah air tercinta ini. Sekali lagi, JANGAN RENGGUT MIMPI KAMI!"
Share:

0 Comment: